skip to main | skip to sidebar

ProfiL iang pO3nya

Foto Saya
Coretan Terate
Terate ntu. . . iaa gtu dEh
Lihat profil lengkapku

ShoutMix chat widget

Kauant-kauant

  • Goeroekoe
Coretan Terate

ng-kOs? enak nggak sih?

Kamis, 04 Desember 2008

Anak kos, iya itu dia julukanku saat ini. Walaupun aku masih SMK, tapi aku udah ng-kos loh. . . lha ini kamar kos ku. . . gimana menurut kalian? ^^

malah mungkin ada kali ya yang masih SMP, nekat ng-kos. . . beberapa minggu-minggu ini banyak banget temen-temenku yang pada ng-kos, iya karena tuntutan sebagai seorang pelajar Grafika yang Prakerin (Praktek Kerja Industri) di kota orang sih, jadi iya harus ng-kos. . .


2 hari kemaren aku pulang ke Solo, pas itu Prakerinku libur jadi ku bisa mudik ke kampung halaman ^^. Kebetulan ada 8 orang temenku yang Prakerin di Salah satu penerbitan harian umum di Solo sana. Mereka sudah tinggal di Solo sekitar seminggu lah, ng-kos tentunya. . . mereka itu terdiri dari 2 cewek dan 6 cowok. Pas aku sampai di Solo, salah satu temenku itu SMS aku. Dia nyuruh aku datang main ke kos mereka itu. Ok deh, siang-siang aku samperin kos mereka. Weitz. . . weitz. . . weitz. . . aku liat temen-temen tuh kasian banget, keadaanya kayak pengungsi dari Grafika Malang yang nggak diurusin gitu ^^. Haduh. . . dipikir-pikir ng-kos tuh susah ya? Butuh keberanian besar buat ambil keputusan jadi anak kos, iya nggak? Tapi kadang banyak juga yang berpikir kalau anak kos itu enak. . . bebas! Nah, kalau menurut kalian, anak kos itu gimana? Lebih banyak enaknya atau susahnya?

Diposting oleh Coretan Terate di 01.20 0 komentar  

Gara-gara Jilbab kah?

Rabu, 26 November 2008

November 2008, bulan ini adalah bulan dimana pembagian tempat Prakerin (Praktek Kerja Industri) di SMK ku dilaksanakan. Hari pemberangkatannya pun sudah ditentukan. Kebetulan, aku mendapat tempat di salah satu perusahaan bagus di Surabaya.

Aku berangkat ke Surabaya tanggal 14 November. Seneng banget rasanya bisa cepet-cepet berangkat ke Surabaya karena dalam penentuan hari pemberangkatan itu, siswa kudu tetep masuk ke sekolah buat nanyain dimana dan kapan mereka berangkat Prakerin. Nah, jelas dong ya aku merasa beruntung, walaupun tujuannya agak jauh, Surabaya, tapi keberangkatan lumayan cepet, pertengahan bulan. Aku sempat terharu sama temen-temenku, walau aku tidak diantar orang tus, tapi mereka bagaikan saudara yang bisa menggantikan di saat orang tuaku tidak ada.

Perjalanan ke tempat Prakerinku itu gampang-gampang susah sebenarnya. Karena walaupun di tengah kota Surabaya tapi masuk kampung! Mobil komite sekolah yang nganter aku sama temen-temen yang satu prakerin denganku tiba-tiba berhenti di depan pasar. Kami langsung lemas, bayangan kami tentang gedung atau paling tidak ruko lah di di depan jalan raya kota Surabaya musnah sudah! Tanpa tunggu lama, guru pengantar kami langsung mengajak kami masuk ke gang deket pasar itu! Weitz. . . kami tambah lemes deh. . . pencarian tempat prakerinpun dimulai. . .
Setelah beberapa menit mencari karena nomor rumah di kampung itu mencar-mencar alias dijual terpisah. . . kami mendapatkannya! Ternyata tempat Prakerin itu hanya berbetuk rumah sederhana. Bahkan papan nama perusahaannya pun tidak ada. Kami pun masuk rumah produksi itu. . . dengan hati harap-harap cemas. . .

Satu jam aku dan teman-temanku serta guru pengantarku lumutan sudah menunggu pimpinan perusahaannya yang masih perjalanan dari kantor produksi satunya ke kantor produksi yang kami kunjungi itu. Setelah bertemu dan berbicara ke sana-kemari dengan pimpinannya, tau-tau pimpinannya itu bilang kalau dia sangat memohon sekali saat di kantor tidak boleh memakai jilbab dikarenakan klien/customernya tidak terlalu suka cewek berjilbab. Nah lo, padahal diantara temen-temenku itu yang berjilbab Cuma aku saja. . . tapi masalahnya bukan itu sih, masalahnya kenapa sih jilbab dipermasalahkan? Kenapa di zaman sekarang masih saja ada diskriminasi buat cewek berjilbab? Di pikiranku saat itu, kok tega banget sih memperlakukan cewek berhilbab kayak gitu. . . pas itu aku dikasi waktu buat mikir, aku dikasih 2 pilihan, tetep prakerin disitu tapi pas di kantor jilbabku ku buka atau pilih mundur saja. Orang tuaku yang aku mintai pendapat langsung saja bilang mundur saja! Benar saja, ini sudah prinsipku, kenapa aku harus goyah gara-gara hal semacam ini!
Mundur dan ikut pulang guru pengantarku ke Malang. Aku sadar, aku tidak perlu takut jika nantinya diberi tempat Prakerin yang tidak sebagus di Surabaya, tapi yang terpenting aku harus takut kepada Allah! Itu saja. . . jadi apakah ini gara-gara jilbab lalu cita-citaku pupus sudah, menurutku tidak juga sih, ini malah membuatku semakin yakin bahwa Allah menunjukan jalan yang diridoinya, amin.

Diposting oleh Coretan Terate di 03.02 2 komentar  

Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Made in me

Made in me
my Lovely handpHone
Free Music
Free Music
Free Music

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License.

Creative Commons License